Semua Tentang Komputer, Bahasa Pemograman, Gaya Hidup, Trend Terbaru, Dan Game. LEST CHECK THIS OUT!!!

Thin Client

Thin Client

Cara Kerja Thin Client Network. 

Thin Client bekerja dengan cara yang berbeda dengan personal computer umumnya. Pada thin client, setiap pengguna langsung menggunakan divais Input-Output Personalnya, sedangkan pemrosesan dan eksekusi terhadap program yang hendak dijalankan dilakukan oleh sumber daya pada server.
Pertama, personal computer si pengguna akan membangun koneksi dengan PC Server. Secara teknis, Aktivitas ini dilakukan oleh modul I/O interface pada computer pengguna, dimana pada modulnya telah ada program kecil yang berguna untuk booting koneksi, mengirimkan permintaan ke PC Server. Lalu, permintaan diterima computer server melalui program penerima hubungan untuk dihubungka ke system virtualisasi yang telah dialokasikan untuk pengguna. Kemudian, pengguna dapat menggunakan aplikasi yang tersedia pada desktop virtual pengguna. Instruksi dan data yang diproses selama program dijalankan, semuanya dilakukan oleh system pemroses pada Server.
Thin Client Network merupakan suatu metode organisasi sumber daya personal computer dalam suatu jaringan dengan memanfaatkan system pemroses yang terintegrasi secara terpadu pada suatu server. Jadi, personal computer yang dimiliki pengguna/client cukup membutuhkan modul interface dan perangkat I/O (monitor, keyboard, mouse, dan perangkat peripheral lain) yang terkoneksi ke server.

Menurut Joel Canter, jaringan Thin Client adalah suatu lingkungan jaringan, yang mana Client berfungsi  sebagai terminal yang mengakses data dan aplikasi dari computer Server. Secara terpusat pengolahan data dilakukan oleh Server. Sedangkan Client hanya memproses input dari Keyboard, Mouse, dan keluaran berupa tampilan atau gambar (display), hal ini karena proses seutuhnya dilakukan oleh Server. Server utama menyediakan aplikasi dan sumber daya lainnya untuk sejumlah besar Terminal. Terminal (Client) hanya cukup mengoperasikan Mouse, Keyboard dan Monitor, Client dapat menjalankan berbagai aplikasi yang terinstall pada Server. 


Thin Client Server Computing (TCSC) merupakan suatu konsep jaringan komputer yang menekankan proses komputasi pada sisi Client yang berkinerja seminimal mungkin. Dalam konsep TCSC, terdiri dari Server dan Client, sisi Client disebut juga dengan Thin Client karena dapat menjalankan banyak  aplikasi yang terinstal pada Server dengan spesifikasi dibawah standar (sisi Client), seperti menjalankan MS Office XP dengan prosesor 486. Pada generasi pertama jaringan komputer, konsep Thin Client Server Computing (TCSC) juga sudah digunakan dan lebih dikenal dengan istilah dumb terminal, yaitu Client hanya digunakan untuk memberi input dan melihat hasil dari Server lewat tampilan.
Salah satu kelebihan dari konsep Thin Client Server Computing adalah kompetibilitas. Sistem yang sudah ada, seperti Client-Server, bisa  diterapkan bersamaan dalam satu jaringan dengan Thin Client Server Computing. Karena dalam  penerapannya Thin Client Server Computing tidak merubah secara keseluruhan sistem maupun infrastruktur yang sudah ada.

Software yang ada untuk Thin Client


Software BeTwin adalah salah satu software yang memungkinkan dua sampai lima user untuk berbagi kemampuan komputerisasi dan sumber daya dari satu buah komputer. Semua user dapat secara serentak melakukan segala pekerjaan yang diinginkan untuk dijalankan pada Windows yang digunakan. Software BeTwin dapat didownload pada website, merupakan software demo yang masa percobaannya selama 15 hari yang kemudian harus melakukan registrasi otomatis yang terkoneksi melalui internet.
Read More
Datacenter Edition

Datacenter Edition

Datacenter Edition di Windows 2003


Windows Server 2003 Datacenter Edition adalah sebuah edisi dari Windows Server 2003 yang berbeda dari dua versi lainnya yang telah disebutkan. Edisi ini tidak dapat diperoleh secara ritel, dan harus didapatkan sebagai bagian dari kombinasi antara perangkat keras server dari sebuah vendor, semacam Hewlett-Packard atau Dell. Alasan mengapa hal ini diberlakukan adalah untuk menjaga agar sistem dapat berjalan dengan sempurna (dengan hardware yang telah ditentukan oleh manufaktur serta driver yang telah disertifikasi dapat menjadikan sistem jauh lebih stabil). Umumnya, sebelum dijual kepada konsumen, manufaktur akan melakukan pengujian terlebih dahulu terhadap server yang bersangkutan. Tujuannya agar uptime sistem yang bersangkutan bertahan 99,999%, sehingga dalam satu tahun hanya 9 jam saja mengalami downtime.

  Program-program yang disertakan dalam Windows Server 2003 Datacenter Edition berfokus pada keandalan sistem operasi. Microsoft membuat beberapa persyaratan bagi OEM yang hendak menggunakan edisi dari Windows Server 2003 ini, yakni sebagai berikut:


  Semua perangkat keras yang dimasukkan ke dalam server harus memenuhi standar Microsoft dan lolos dari beberapa kali pengujian kecocokan (kompatibilitas), keandalan (reliabilitas). Hal ini diberlakukan terhadap semua perangkat keras, mulai dari prosesor, kartu jaringan, hard disk drive, dan komponen vital lainnya.

  Semua driver perangkat keras harus disertifikasi oleh Microsoft. Tentu saja, driver-driver tersebut harus lolos pengujian, yang mungkin dapat menghabiskan waktu lebih dari satu bulan
Pengguna tidak dapat mengubah hardware server sesuka hatinya tanpa adanya pihak yang berwenang (customer support vendor server atau dari pihak Microsoft). Semua perubahan harus lolos pengujian yang disebutkan di atas.

  Edisi ini mendukung hingga 32 buah prosesor (32-way SMP) dan memori hingga 64 GB pada sistem x86 serta mendukung mesin yang dikonfigurasikan secara 128-way dengan partisi yang bersifat individual. Dalam sistem IA-64, edisi ini mendukung hingga 64 buah prosesor dan memori hingga 512 Gigabyte. Selain itu, edisi ini mendukung clustering hingga delapan buah node serta pembagian beban jaringan sebagai fitur standar, serta memiliki Windows System Resource Manager yang mampu melakukan konsolidasi dan manajemen sistem.
Read More
Remote Destop

Remote Destop

Remote Destop

Fitur Remot Desktop ini terutama dapat dinikmati pada komputer dengan sistem operasi windows XP. Selain WIndows XP, Sistem Operasi yang memiliki fitur ini adalah Windows 2003 Server, Windows Vista, dan Windows Server 2008. Dengan fitur ini, anda dapat mengakses data, menggunakan aplikasi, dan hal lainnya meskipun anda jauh dari komputer anda tapi anda seolah-olah sedah berada di depan komputer yang tengah anda akses secara remote tersebut. Selama koneksi internet anda cukup stabil, anda dapat mengakses bahkan memperbaiki komputer anda tanpa harus berada di depannya.

http://m-adi-kusumo.blogspot.com

Remote Desktop Ceonnection - Cara Kerja 

Remote  Desktop bekerja dengan menggunakan protokol RDP alias Remote Desktop Protocol. Secara default, Remote Desktop ini anda dapat menelisik langkah berikut.
  • Pastikan sistem operasi komputer anda dan komputer tujuan remote desktop adalah sistem operasi y7ang memiliki fitur Remote Desktop ini sebagaimana telah kami sebutkan di atas
  • Remote Desktop bekerja dengan menggunakan jaringan internet ataupun menggunakan jaringan WAN sehingga anda harus memastikan koneksi jaringan internet anda mendukung sehingga saat anda memanfaatkan fitur Remote Desktop ini lancar tanpa ada beban apapun. Koneksi yang lambat dan tidak mendukung malah akan menjadi beban dengan tidak merespon dengan baik aktifitas remote yang tengah anda lakukan. Anda dapat pula menggunakan koneksi dengan bandwidth rendah dan tetep memungkinkan anda untuk melakukan kontrol jauh
  • Akses Remote Desktop dengan mengklilk start menu, pilih All Program, pilih Accessories, pilih Comunnication lalu pilih Remote Desktop Connection. Jika anda sering menggunakan fitur ini, bisanya secara otomatis muncul di daftar menu pada start menu dan semakin memudahkan anda untuk mengaksesnya.     
Read More
Fungsi Active Directory pada Windows 2003 Server

Fungsi Active Directory pada Windows 2003 Server

Fungsi Active Directory pada Windows 2003 Server

 
http://www.about.muhammadibnu18.web.id

Active Directory (AD) adalah layanan direktori yang terdapat pada Windows Server. Fungsi layanan Active Directory adalah mengorganisir, menyimpan dan mengatur/manajemen data direktori. Struktur layanan Active Directory mengikuti format protokol ISO X.500, yaitu struktur hirarki yang bisa dilihat di gambar berikut ini :
Active Directory memiliki sebuah basis data untuk menyimpan segala hal yang berkaitan dengan jaringan komputernya, seperti komputer mana saja yang tergabung dengan domainnya, daftar akun pengguna serta group masing-masing, folder sharing dan lain sebagainya. Untuk manajemen data, layanan Active Directory mengimplementasikan Lightweight Directory Access Protocol (LDAP) yang merupakan penerus Directory Access Protocol (DAP) dari X.500. LDAP biasanya menggunakan port TCP 389 sebagai koneksi transportasi utamanya. Sebagai penunjuk lokasi layanan, Active Directory menggunakan Domain Name Service (DNS).

 Sebelum ada layanan Active Directory, Windows (pada waktu itu Windows NT 4.0) menggunakan NetBIOS (Network Basic Input-Output System) untuk merepresentasikan domain. Domain-domain yang menggunakan NetBIOS ini memiliki satu basis data pengatur user/group/policy yang disebut Security Accounts Manager (SAM). SAM terletak di dalam server utama yang disebut Primary Domain Controller (PDC). Nama dbatasi 15 karakter, sementara karakter ke-16 merupakan NetBIOS suffix yang berguna untuk mengidentifikasi layanan yang terinstalasi pada sistem tersebut.

 Untuk menambah reliabilitas, Microsoft menambahkan server “bantuan” ke dalam sistem NetBIOS, yang disebut Backup Domain Controller (BDC). BDC menyimpan versi read-only dari basis data SAM PDC. Pengguna mengakses BDC ketika log on ke suatu domain tapi perubahan basis data SAM hanya bisa dilakukan di PDC. Hubungan PDC-BDC adalah master-slave. Jika PDC mengalami kegagalan sistem, maka salah satu BDC bisa direkomendasikan menjadi PDC pengganti serta policy akan diubah menjadi write-enable.

 Sementara pada Active Directory, sistem PDC-BDC tidak lagi digunakan. Seluruh domain controller dianggap sama (walaupun terdapat beberapa sistem yang dianggap “sedikit lebih tinggi”). Sebuah prosedur yang disebut multi-master replication akan memastikan bahwa jika terjadi perubahan pada salah satu domain controller, perubahan tersebut akan direplikasi ke domain controller lainnya. Jadi hubungan master-slave digantikan oleh peer to peer antar domain controller.

 Bagaimana jika kita memiliki sebuah server Windows NT 4.0 dan ingin menghubungkannya ke dalam domain Windows Server 2003? Untunglah, Windows Server 2003 memperbolehkan domainnya bekerja dalam mixed-mode. Mode ini memperbolehkan BDC (bukan PDC!) Windows NT 4.0 untuk berpartisipasi dalam domain Windows Server 2003. Metodenya adalah, dengan meng-upgrade BDC tersebut ke Windows Server 2003. Sayangnya, proses ini bisa menghancurkan sistem yang sudah terinstalasi di BDC.
Read More
DHCP pada Windows 2003 Server

DHCP pada Windows 2003 Server

http://www.about.muhammadibnu18.web.id

Fungsi DCHP

  1. Mendistribusikan IP address secara otomatis kepada setiap client yang terhubung dengan jaringan komputer
  2. DHCP akan memberikan kemudahan bagi seorang network administrator dalam mengelola jaringan komputer, karena alokasi IP address dapat ditentukan secara otomatis dan dalam satu kali kerja
  3. DHCP server selain bisa memberikan IP address secara dinamik, juga bisa memberikan IP address secara statis kepada client yang terhubung ke jaringan komputer
  4. DHCP memberikan kemudahan dalam proses komunikasi data antar komputer
Read More
Fungsi DNS pada Windows 2003 Server

Fungsi DNS pada Windows 2003 Server

DNS DOMAIN NAME SYSTEM PADA WINDOWS SERVER 2003

  DNS (Domain Name System) merupakan layanan pada Windows Server 2003 yang berfungsi untuk memetakan (mapping) antara nama host (hostname) dan alamat IP (IP address). DNS dapat dianalogikan seperti buku telepon (phone book) pada suatu telepon selular (ponsel) yang menyimpan nama suatu nomor telepon dan nama pemilik nomor yang bersangkutan. Untuk menelepon, pengguna ponsel tidak perlu memencet nomor-nomor telepon yang dituju tapi cukup mencari atau mengetikkan nama pemilik nomor tersebut. Sebelum ditemukannya sistem DNS, untuk memetakan nama komputer dan alamat IP pada jaringan komputer digunakan file HOSTS.TXT yang berisi informasi nama komputer dan alamat IP serta pemetaannya dari seluruh mesin (komputer) yang terhubung dalam jaringan. Ketika ada komputer lain yang terhubung ke jaringan, maka masing-masing komputer dalam jaringan tersebut harus memperbaharui file HOSTS.TXT miliknya. Pada saat itu cara meng-update file HOSTS.TXT adalah menggunakan ftp setiap satu atau dua minggu sekali.

  Masalah muncul ketika jaringan komputer yang tadinya kecil tersebut kemudian menjadi Internet yang semakin hari semakin besar. Timbul kesulitan untuk meng-update isi file HOSTS.TXT karena jumlah nama mesin/komputer yang harus dituliskan ke file tersebut sudah terlalu besar dan tidak efisien. Dapat pula dibayangkan betapa repotnya jika terdapat penambahan satu komputer saja di jaringan, maka versi terbaru dari file HOSTS.TXT pun harus disalin ke setiap lokasi. 

rascalbrick.blogspot.com
  Dengan makin meluasnya penggunaan Internet, menjadi tidak mungkin untukmemutakhirkan data pada file HOSTS tersebut setiap saat. Lalu muncul ide untuk membuat sistem database terdistribusi yang mempunyai data mengenai pemetaan nama host ke alamat IP dan sebaliknya. Dengan adanya pendistribusian database nama host dan alamat IP, maka tiap organisasi yang memiliki jaringan di dalam domain tertentu hanya bertanggung jawab terhadap database informasi pemetaan nama host dan alamat IP pada jaringannya saja yang biasa disebut zone. Administrasi domain tersebut dilakukan secara lokal tetapi informasi itu dapat diakses oleh semua komputer di Internet.

  Karena sifat database yang terdistribusi ini, maka dibutuhkan suatu mekanisme pengaksesan informasi bagi host lain pada database yang terdistribusi untuk menemukan informasi host atau jaringan yang dipunyai oleh suatu organisasi. Dan pada tahun 1984, Paul Mockapetris mengusulkan sistem database terdistribusi ini dengan Domain Name System  (DNS) yang dideskripsikan dalam RFC 882 dan 883. Sistem ini digunakan sampai sekarang pada jaringan khususnya Internet.

  Dengan kelebihan unlimited database size dan performa yang lebih baik, DNS memiliki 
beberapa keunggulan di antaranya adalah sebagai berikut :

A. Mudah
Adanya DNS sangat memudahkan pengguna karena tidak lagi direpotkan untuk mengingat alamat IP suatu komputer, melainkan cukup mengetahui nama komputer (hostname) yang lebih mudah dihafal oleh manusia daripada alamat IP. Sebagai contoh,nama polines.ac.id lebih mudah dihafal daripada 202.159.26.24.  
  
B. Konsisten 
Meskipun alamat IP suatu komputer berubah, tetapi hostname tidak berubah. 

C. Sederhana
Pengguna cukup menggunakan satu nama domain untuk melakukan pencarian, baik di Internet maupun di jaringan Intranet.

rascalbrick.blogspot.com
 
 DNS biasanya digunakan pada aplikasi pada Internet seperti web server atau mail server, untuk membantu memetakan hostname suatu komputer ke alamat IP. Tetapi DNS bisa juga diimplementasikan dalam Intranet untuk mengetahui hostname dan alamat IP tertentu dalam jaringan private.

Struktur DNS

  Struktur database DNS dibuat dalam bentuk hirarki atau pohon yang disebut Domain Namespace, seperti ditunjukkan pada Gambar 3.3. Domain ditentukan berdasarkan tingkatan kemampuan yang ada di struktur hirarki yang disebut dengan level. Level teratas adalah root yang disimbolkan dengan titik/dot (.). Setiap titik cabang mempunyai label yang mengidentifikasikannya relatif terhadap root (.). Tiap titik cabang merupakan root bagi sub- tree/tingkat bawahnya. Tiap sub-tree merupakan domain dan di bawah domain terdapat sub-tree lagi bernama subdomain. Setiap domain mempunyai nama yang unik dan menunjukkan posisinya pada pohon DNS, pengurutan/penyebutan nama domain secara penuh dimulai dari domain paling bawah menuju ke root (.). Masing-masing nama yang membentuk suatu domain dipisahkan dengan titik/dot (.) dan diakhiri dengan titik yang merupakan nama absolut relatif terhadap root (.). Contoh: telkom.polines.ac.id. Sistem penulisan nama secara absolut dan lengkap ini disebut FQDN (Fully Qualified Domain Name).

rascalbrick.blogspot.com

Domain namespace merupakan sebuah hirarki pengelompokan domain berdasarkan nama, yang terbagi menjadi beberapa bagian di antaranya

A. Root-Level Domain
Level paling atas pada hirarki disebut dengan root domain. Root domain di ekspresikan berdasarkan periode. Lambang untuk root domain adalah (“.”).

B. Top-Level Domain
Top-level domain adalah domain pada level teratas di bawah root (.). Pada jaringan Internet,top-level domain umumnya menunjukkan sifat suatu organisasi atau badan yang memiliki domain tersebut.

Terdapat tiga pengelompokan top-level domain, yaitu
1) Domain Generik, terdiri atas 14 domain yaitu : 
    1. com : untuk organisasi komersial, contoh: microsoft.com. 
    2. net : untuk organisasi/perusahaan penyedia layanan jaringan/Internet, contoh:
        telkom.net. 
    3. gov : untuk lembaga/organisasi pemerintahan. contoh: whitehouse.gov. 
    4. mil : untuk badan/organisasi militer. contoh: army.mil.  
    5. org : untuk organisasi non-komersial. contoh: linux.org. 
    6. edu : untuk lembaga pendidikan. contoh: mit.edu, berkeley.edu.
    7. int : untuk organisasi Internasional. contoh: nato.int.
    8. aero : untuk industri atau perusahaan udara.
    9. biz : untuk perusahaan atau lembaga bisnis.
    10. coop : untuk perusahaan atau lembaga kooperatif 
    11. info : untuk penggunaan umum. 
    12. museum : untuk museum. 
    13. name : untuk registrasi bagi penggunaan individual/personal.
    14. pro : untuk para profesional seperti: akuntan, dan lain-lain.

2) Domain Negara 
Merupakan standar pembagian geografis berdasarkan kode negara, biasanya
menggunakan dua huruf. Contoh: id untuk Indonesia, au untuk Australia, uk untuk
Inggris, dan lain-lain. Domain negara ini dapat dan umumnya diturunkan lagi ke level-
level di bawahnya yang diatur oleh NIC dari masing-masing negara, untuk Indonesia yaitu
IDNIC. Contoh level bawah dari id yaitu net.id, co.id, web.id dan sebagainya.

3) Domain Arpa
Merupakan domain untuk jaringan ARPAnet. Tiap domain yang tergabung ke Internet
berhak memiliki name-space .in-addr.arpa sesuai dengan alamat IP-nya.

C. Second-Level Domain 
Second-level domain biasanya merupakan nama organisasi, perusahaan, maupun lembaga. Misalnya nama microsoft pada domain microsoft.com, nama polines pada domain polines.ac.id dan sebagainya.Pada Second-level domain dapat berisi host dan domain lain, yang disebut dengan subdomain. Sebagai contoh pada domain polines.ac.id. bisa terdapat komputer (host) seperti server1.polines.ac.id dan subdomain telkom.polines.ac.id.Domain name yang digunakan dengan host name akan menciptakan Fully Qualified Domain Name (FQDN) untuk setiap komputer. Sebagai contoh jika terdapat fileserver1.detik.com, maka fileserver1 adalah host name dan detik.com adalah domain name.

Cara Kerja DNS

Fungsi dari DNS adalah menerjemahkan (memetakan) nama komputer ke alamat IP dan sebaliknya. Klien DNS disebut dengan resolvers dan server DNS disebut dengan name servers. Resolvers atau client mengirimkan permintaan ke name server berupa queries. Lalu name server akan memproses dengan cara mengecek ke local database DNS, menghubungi name server lainnya, atau akan mengirimkan message failure jika ternyata permintaan dari client tersebut tidak ditemukan. Proses tersebut disebut dengan Forward Lookup Query, yaitu permintaan dari client dengan cara memetakan nama komputer (host) ke alamat IP.

rascalbrick.blogspot.com

Berdasar Gambar 6.4 di atas, cara kerja DNS dapat disebutkan sebagai berikut: 
1. Resolver mengirimkan queries ke name server
2. Name server mengecek local database, atau menghubungi name server lainnya. Jika ditemukan akan diberitahukan ke resolver, jika tidak name server akan mengirimkan failure message 
3. Resolver menghubungi host yang dituju dengan menggunakan alamat IP yang diberikan
name server
Read More
Fungsi IIS di Windows 2003

Fungsi IIS di Windows 2003

Fungsi IIS


  IIS atau Internet Information Services atau Internet Information Server adalah sebuah HTTP web server yang digunakan dalam sistem operasi server Windows, mulai dari Windows NT 4.0 Server, Windows 2000 Server atau Windows Server 2003. Layanan ini merupakan layanan terintegrasi dalam Windows 2000 Server, Windows Server 2003 atau sebagai add-on dalam Windows NT 4.0. Layanan ini berfungsi sebagai pendukung protokol TCP/IP yang berjalan dalam lapisan aplikasi (application layer). IIS juga menjadi fondasi dari platform Internet dan Intranet Microsoft, yang mencakup Microsoft Site Server, Microsoft Commercial Internet System dan produk-produk Microsoft BackOffice lainnya.

  IIS telah berevolusi semenjak diperkenalkan pertama kali pada Windows NT 3.51 (meski kurang banyak digunakan) hingga IIS versi 6.0 yang terdapat dalam Windows Server 2003. Versi 5.0 diintegrasikan dalam Windows 2000, sedangkan Windows XP Professional memiliki IIS versi 5.1. Windows NT 4.0 memiliki versi 4.01 yang termasuk ke dalam add-on Windows NT Option Pack. Dalam Windows NT 4.0 Workstation atau Windows 95/98, IIS juga dapat diinstalasikan sebagai Microsoft Personal Web Server (PWS).
Read More
Sharing Password

Sharing Password

Cara Sharing Password di Windows XP


Untuk memberikan password pada share folder Windows XP, ikuti petunjuk berikut ini:

  • Login sebagai Administrator Windows XP
  • Klik Start, Control Panel, User Accounts.
  • Klik Account Guest dan pastikan user Guest menjadi aktif.
  • Turn On user account Windows XP
  • Tutup jendela User Account.
  • Buka Command Prompt dengan cara klik tombol Start, pilih Run, ketik CMD kemudian tekan tombol Enter.
  • Pada Command Prompt, ketik net user guest password kemudian tekan tombol Enter.
  • Net user guest password
  • Buka kembali User Account dan berikan password pada user guest.
  • Change password Guest
  • Masukkan pasword dan kemudian restart komputer anda.
  Setelah komputer restart, coba anda sharing salah satu folder pada komputer tersebut. Akses komputer beserta folder yang baru saja anda buka melalui komputer lain. Jika tidak ada kesalahan, maka ketika anda mengaksesnya dari komputer lain, system akan meminta memasukkan password untuk mengakses komputer tersebut. Masukkan username guest dengan password yang sudah anda setting tadi.
Read More
Pengertian FTP

Pengertian FTP

Apa yang dimaksud dengan FTP?


  File Transfer Protocol (FTP) adalah sebuah protokol yang berfungsi untuk mengirim atau menerima file dalam suatu network yang mensupport TCP/IP protokol. Dua hal penting yang ada dalam FTP adalah FTP server dan FTP Client. FTP server menjalankan software yang digunakan untuk tukar menukar file, yang selalu siap memberian layanan FTP apabila mendapat request dari FTP client. FTP client adalah komputer yang merequest koneksi ke FTP server untuk tujuan tukar menukar file (mengupload atau mendownload file).

Tujuan FTP server adalah sebagai berikut :

1. Untuk men-sharing data.
2. Untuk menyediakan indirect atau implicit remote computer.
3. Untuk menyediakan teempat penyimpanan bagi user.
4. Untuk menyediakan transfer data yang reliable dan efisien.

  FTP sebenarnya cara yang tidak aman untuk mentransfer file karena file tersebut ditransfer tanpa melalui enkripsi terlebih dahulu tetapi melalui clear text. Mode text yang dipakai untuk transfer data adalah format ASCII atau format Binary. Secara default, ftp menggunakan mode ASCII untuk transfer data. Karena pengirimannya tanpa enkripsi, maka username, password, data yang ditransfer, maupun perintah yang dikirim dapat di sniffing oleh orang dengan menggunakan protocol analyzer (Sniffer). Solusi yang digunakan adalah dengan menggunakan SFTP (SSH FTP) yaitu FTP yang berbasis pada SSH atau menggunakan FTPS (FTP over SSL) sehingga data yang dikirim terlebih dahulu dienkripsi (dikodekan).

  FTP biasanya menggunakan dua buah port yaitu port 20 dan 21 dan berjalan exclusively melalui TCP. FTP server Listen pada port 21 untuk incoming connection dari FTP client. Biasanya port 21 untuk command port dan port 20 untuk data port. Pada FTP server, terdapat 2 mode koneksi yaitu aktif (active) mode dan pasif (passive) mode.
Read More
Diagram topologi LAN yang menggunakan Windows 2003 Server

Diagram topologi LAN yang menggunakan Windows 2003 Server

  Apa yang dimaksud dengan LAN (Local Area Network)? Pengertian LAN adalah suatu jaringan komputer dimana cakupan wilayah jaringannya sangat kecil atau terbatas. Misalnya, jaringan komputer kantor, sekolah, rumah, atau di dalam satu ruangan saja.

  Saat ini, sebagian besar LAN menggunakan teknologi IEEE 802.3 Ethernet dan dilengkapi perangkat switch dengan kecepatan tranfer data 10, 100, atau 1000 Mbits/ second. Selain itu, ada juga teknologi 802.11b (Wi-fi) yang banyak dipakai untuk membentuk LAN, dimana area yang menyediakan koneksi LAN berteknologi Wi-fi disebut dengan hotspot.

  Pada umumnya jaringan LAN digunakan untuk menghubungkan beberapa komputer yang berada di dalam wilayah kecil atau berdekatan. Misalnya jaringan komputer di dalam ruang laboratorium sekolah yang saling terhubung sehingga proses pertukaran data bisa dilakukan dengan mudah dan cepat.


Fungsi Jaringan LAN

Pada dasarnya fungsi utama jaringan LAN adalah untuk menghubungkan beberapa komputer di dalam jaringan sehingga proses kerja menjadi lebih mudah dan cepat. 
Read More
Pengertian NetBIOS (Network Basic Input/Output System)

Pengertian NetBIOS (Network Basic Input/Output System)

  NetBIOS Adalah suatu antarmuka (interface) dan sebuah protokol yang dikembangkan oleh IBM. Nama NetBIOS adalah sebuah nama yang berukuran 16-byte yang digunakan oleh keluarga sistem operasiWindows NT untuk sebuah fungsi atau layanan jaringan. Nama NetBIOS digunakan oleh aplikasi-aplikasi yang memakai jasa protokol dan API NetBIOS. Menggunakan nama NetBIOS jauh lebih mudah dan lebih bersahabat untuk menidentifikasi sebuah host komputer dalam sebuah jaringan daripada menggunakan angka-angka (dalam hal ini adalah alamat IP).


Fungsi NetBIOS

  • Naming Services
  • Dipergunakan untuk menyebarkan nama group, user dan komputer ke jaringan. Ia juga bertugas untuk memastikan agar tidak terjadi duplikasi nama.
  • DataGram Support
  • Menyediakan transmisi tanpa koneksi yang tidak menjamin suksesnya pengiriman paket, besarnya tidak lebih besar dari 512 bytes. Metode datagram ini digunakan oleh naming services.
  • Session Support
  • Memungkinkan transmisi dimana sebuah virtual circuit session diadakan sedemikian rupa sehingga pengiriman paket dapat dipantau dan dikenali.


Read More
Pengertian Winsock (Windows Socket)

Pengertian Winsock (Windows Socket)

Pengertian Winsock

  Winsock atau Windows Socket adalah Sebuah API (Application Programming Interface) yang digunakan untuk mengembangkan aplikasi Windows yang dapat berkomunikasi dengan protokol TCP/IP. Windows NT dan Windows 95 dilengkapi dengan implementasi Winsock bernama winsock.dll, yang menjadi perantara antara aplikasi Windows dan koneksi TCP/IP.



Read More
Pengertian & Fungsi Telnet

Pengertian & Fungsi Telnet

Telnet

  Artikel ini akan memberikan informasi mendasar yang lengkap agar Anda dapat lebih memahami Telnet. Langsung simak penjelasannya berikut ini!

Apa itu Telnet?

  Telnet adalah suatu protokol client-server yang bisa memberikan akses remote (jarak jauh) untuk login komputer tertentu dalam sebuah jaringan. Telnet (biasa disingkat TN) ini juga bisa diartikan sebagai virtual atau emulasi terminal yang memakai protokol tersebut untuk tujuan yang sama yaitu mengakses komputer tujuan secara remote. Telnet biasanya dipakai untuk login ke komputer lain pada Internet. Selain itu, untuk mengakses berbagai macam layanan umum yang terhubung dengan jaringan internet, termasuk katalog perpustakaan dan database.

Cara Kerja Telnet

  Telnet memberikan akses secara langsung ke berbagai macam layanan yang ada di Internet. Komputer/perangkat Anda sebagai host memang telah menyediakan layanan-layanan, namun jika ada layanan lain yang tidak tersedia, Anda bisa tetap menggunakannya lewat bantuan TN ini.

  Teknologi ini memakai 2 jenis program, yaitu client dan server. Lalu bagaimana cara kerjanya? Akan ada 2 program yang berjalan. Dua program tersebut adalah software client yang beroperasi pada komputer. Komputernya merupakan pihak yang meminta suatu layanan. Sementara itu, software server berarti pihak yang menghasilkan layanannya. Untuk memahami cara kerjanya dengan lebih mudah, silakan simak gambar skema berikut ini!

Jadi, bila diperinci, berikut adalah tugas yang dilakukan Client:
  • Client menghubungkan/membuat network antara TCP(Transfer Control Protocol) dengan server yang ada
  • Client lalu mendapat inputnya dari pihak user/pengguna
  • Cllient kemudian melakukan format ulang input dari user tersebut lalu mengubahnya ke bentuk  format yang standar. Barulah setelahnya melakukan pengiriman ke server
  • Client mendapat output dari server dengan format yang masih standar
  • Terakhir, Client akan ubah format output tersebut untuk ditampilkan di layar

Sementara itu, berikut adalah tugas yang dilakukan Server:
  • Server akan memberikan informasi kepada software jaringan bahwa komputer pengguna sudah siap untuk dikoneksikan
  • Server lalu menunggu permintaan dalam bentuk format yang standar
  • Server kemudian mengerjakan permintaan yang sudah disampaikan itu
  • Server akan kirimkan balik hasilnya ke ke client dengan bentuk format yang standar
  • Terakhir, server menunggu permintaan lainnya yang terkirim selama proses remote
  • Fungsi Telnet
  Ada banyak fungsi dari teknologi ini sebenarnya dan penjelasannya kurang lebih sama dengan cara kerjanya. Namun inilah fungsi utama telnet, yaitu untuk mengakses sebuah komputer secara jarak jauh. Inilah yang biasa dikenali dengan istilah remote access. Jadi, telnet itu sendiri merupakan program yang memungkinkan komputer Anda untuk dijadikan terminal dari komputer lainnya pada internet. Layanan apa saja bisa dijalankan secara remote.

Kelebihan Telnet

Adapun kelebihan dari penggunaan teknologi ini adalah user interface yang tergolong ramah pengguna. Hasilnya akan bagus, Anda yang mengakses dari jauh seolah-olah sedang mengaskes dari dekat. Anda seolah-olah berhadapan langsung dengan komputer lain yang sedang digunakan untuk mengeksekusi command line yang diberikan.

Kekurangan Telnet

Sementara itu, kekurangan dari teknologi ini adalah pemakaian otentikasi NTLM tanpa enkripsi. Apa dampaknya? Hal ini sebenarnya rentan terkait aspek keamanan sistem. Ini memudahkan pencurian password yang biasa dilakukan oleh pihak yang disebut sniffers. Jika Anda menjadi administrator sistemnya, kami lebih menyarankan Anda untuk menggunakan SSH pada Linux dibanding Telnet Server dalam mengkonfigurasikan sistem Anda.

Sekian dari saya, Peace~
Read More
Pengertian DHCP

Pengertian DHCP

Pengertian

  DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah protokol yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan. Sebuah jaringan lokal yang tidak menggunakan DHCP harus memberikan alamat IP kepada semua komputer secara manual. Jika DHCP dipasang di jaringan lokal, maka semua komputer yang tersambung di jaringan akan mendapatkan alamat IP secara otomatis dari server DHCP. Selain alamat IP, banyak parameter jaringan yang dapat diberikan oleh DHCP, seperti default gateway dan DNS server.

Cara Kerja :
  Karena DHCP merupakan sebuah protokol yang menggunakan arsitektur client/server, maka dalam DHCP terdapat dua pihak yang terlibat, yakni DHCP Server dan DHCP Client.

  •   DHCP server merupakan sebuah mesin yang menjalankan layanan yang dapat “menyewakan” alamat IP dan informasi TCP/IP lainnya kepada semua klien yang memintanya. Beberapa sistem operasi jaringan seperti Windows NT Server, Windows 2000 Server, Windows Server 2003, atau GNU/Linux memiliki layanan seperti ini.
  •   DHCP client merupakan mesin klien yang menjalankan perangkat lunak klien DHCP yang memungkinkan mereka untuk dapat berkomunikasi dengan DHCP Server. Sebagian besar sistem operasi klien jaringan (Windows NT Workstation, Windows 2000 Professional, Windows XP, Windows Vista, atau GNU/Linux) memiliki perangkat lunak seperti ini.

  DHCP server umumnya memiliki sekumpulan alamat yang diizinkan untuk didistribusikan kepada klien, yang disebut sebagai DHCP Pool. Setiap klien kemudian akan menyewa alamat IP dari DHCP Pool ini untuk waktu yang ditentukan oleh DHCP, biasanya hingga beberapa hari. Manakala waktu penyewaan alamat IP tersebut habis masanya, klien akan meminta kepada server untuk memberikan alamat IP yang baru atau memperpanjangnya.

  DHCP Client akan mencoba untuk mendapatkan “penyewaan” alamat IP dari sebuah DHCP server dalam proses empat langkah berikut:

  1. DHCPDISCOVER: DHCP client akan menyebarkan request secara broadcast untuk mencari DHCP Server yang aktif.
  2. DHCPOFFER: Setelah DHCP Server mendengar broadcast dari DHCP Client, DHCP server kemudian menawarkan sebuah alamat kepada DHCP client.
  3. DHCPREQUEST: Client meminta DCHP server untuk menyewakan alamat IP dari salah satu alamat yang tersedia dalam DHCP Pool pada DHCP Server yang bersangkutan.
  4. DHCPACK: DHCP server akan merespons permintaan dari klien dengan mengirimkan paket acknowledgment. Kemudian, DHCP Server akan menetapkan sebuah alamat (dan konfigurasi TCP/IP lainnya) kepada klien, dan memperbarui basis data database miliknya. Klien selanjutnya akan memulai proses binding dengan tumpukan protokol TCP/IP dan karena telah memiliki alamat IP, klien pun dapat memulai komunikasi jaringan.
  Empat tahap di atas hanya berlaku bagi klien yang belum memiliki alamat. Untuk klien yang sebelumnya pernah meminta alamat kepada DHCP server yang sama, hanya tahap 3 dan tahap 4 yang dilakukan, yakni tahap pembaruan alamat (address renewal), yang jelas lebih cepat prosesnya.

  Berbeda dengan sistem DNS yang terdistribusi, DHCP bersifat stand-alone, sehingga jika dalam sebuah jaringan terdapat beberapa DHCP server, basis data alamat IP dalam sebuah DHCP Server tidak akan direplikasi ke DHCP server lainnya. Hal ini dapat menjadi masalah jika konfigurasi antara dua DHCP server tersebut berbenturan, karena protokol IP tidak mengizinkan dua host memiliki alamat yang sama.

  Selain dapat menyediakan alamat dinamis kepada klien, DHCP Server juga dapat menetapkan sebuah alamat statik kepada klien, sehingga alamat klien akan tetap dari waktu ke waktu.

DHCP Scope

DHCP Scope adalah alamat-alamat IP yang dapat disewakan kepada DHCP client. Ini juga dapat dikonfigurasikan oleh seorang administrator dengan menggunakan peralatan konfigurasi DHCP server. Biasanya, sebuah alamat IP disewakan dalam jangka waktu tertentu, yang disebut sebagai DHCP Lease, yang umumnya bernilai tiga hari. Informasi mengenai DHCP Scope dan alamat IP yang telah disewakan kemudian disimpan di dalam basis data DHCP dalam DHCP server. Nilai alamat-alamat IP yang dapat disewakan harus diambil dari DHCP Pool yang tersedia yang dialokasikan dalam jaringan. Kesalahan yang sering terjadi dalam konfigurasi DHCP Server adalah kesalahan dalam konfigurasi DHCP Scope.


DHCP Lease

DHCP Lease adalah batas waktu penyewaan alamat IP yang diberikan kepada DHCP client oleh DHCP Server. Umumnya, hal ini dapat dikonfigurasikan sedemikian rupa oleh seorang administrator dengan menggunakan beberapa peralatan konfigurasi (dalam Windows NT Server dapat menggunakan DHCP Manager atau dalam Windows 2000 ke atas dapat menggunakan Microsoft Management Console [MMC]). DHCP Lease juga sering disebut sebagai Reservation.


DHCP Options

DHCP Options adalah tambahan pengaturan alamat IP yang diberikan oleh DHCP ke DHCP client. Ketika sebuah klien meminta alamat IP kepada server, server akan memberikan paling tidak sebuah alamat IP dan alamat subnet jaringan. DHCP server juga dapat dikonfigurasikan sedemikian rupa agar memberikan tambahan informasi kepada klien, yang tentunya dapat dilakukan oleh seorang administrator. DHCP Options ini dapat diaplikasikan kepada semua klien, DHCP Scope tertentu, atau kepada sebuah host tertentu dalam jaringan.

Dalam jaringan berbasis Windows NT, terdapat beberapa DHCP Option yang sering digunakan, yang dapat disusun dalam tabel berikut.

(izulmen.wordpress.com)

Read More
Perbedaan Domain dan Workgroup pada LAN

Perbedaan Domain dan Workgroup pada LAN

Perbedaan

1.   Workgroup adalah model jaringan peer to peer sedangkan domain adalah model jaringan client/server. 

2.    Workgroup memiliki sifat fungsional yang berbeda dengan domain. 

3.    Pada workgroup, semua yang tergabung pada sebuah workgroup yang sama memiliki peran atau fungsi yang setara, koneksi antara komputer-komputer bersafat langsung atau direct. 

4.    Pada sistem domain, terdapat sebuah komputer yang berperan sebagai server, fungsi server adalah mengatur dan melayani kebutuhan komputer-komputer klien yang tergabung dalam sebuah domain. 

5.    Workgroup tidak memerlukan sebuah komputer yang bertindak sebagai server, semua komputer yang tergabung pada workgroup dapat berperan sebagai server bagi komputer lain. Akan tetapi peran sebagai server tersebut sangat terbatas sifatnya. Misalnya sebagai penyedia file dan sebagainya. 

6.    Peran server pada domain sistem adalah sangat banyak dan penting mulai dari penyedia file dan data sampai pada fungsi sistem pengaman. Semua klien harus tergabung dalam sebuah group domain agar bisa mengambil atau mengakses sumber daya yang ada pada server. Semua klien yang tergabung dalam domain bisa dimonitoring dan di-manage melalaui server.  

7.    Secara teknis, workgroup sangat mudah dan murah untuk instalasinya, sedangkan sistem domain butuh sebuah komputer yang bertindak sebagai server, di mana secara hardware, spesifikasinya membutuhkan hardware yang tinggi spek-nya dan juga sebuah operating system dengan spesifikasi sebagai server. Dibutuhkan juga sebuah keahlian dan pengetahuan khusus untuk instalasi sebuah domain sistem. 

8.    Model workgroup hanya cocok untuk dipakai pada jaringan yang kecil atau sedikit jumlah anggotanya. Domain sistem cocok untuk jaringan yang besar dengan jumlah komputer klien yang sangat banyak. 

9.    Suatu Workgroup biasanya dinamai dengan penamaan biasa, misalnya abc, sekolah, nama kantor, nama bagian atau unit kerja. Sedangkan Domain bisanya dinamai dengan tambahan .com dibelakannya seperti kantor.com, rumah.com, unit_kerja.com dan sebagainya. 

10.    User accont dan sistem login pada workgroup model bersifat lokal pada masing-masing komputer klien, pada model domain user account yang dikenal dengan nama user domain dibuat pada server dan semua klien harus login ke domain yang dibuat pada agar bisa mengakses sumber daya yang tersedia pada server. 

11.    Sistem domain sangat memudahkan administrator jaringan untuk mengontrol dan mangatur komputer-komputer klien yang tergabung pada domain. Pada sistem workgroup semua klien yang tergabung memiki kedudukan yang sama dan bertindak sebagai individu tunggal yang tidak bergantung pada satu sama lain. 

12.    Secara biaya infrastruktur workgroup sama murah, tidak membutuhkan biaya yang besar, sedangkan domain membutuhkan biaya tambahan yang cukup besar. 

Secara umum model workgroup memang hanya untuk jaringan yang kecil, meski tidak ada salahnya jika anda menginstall sebuah server domain control untuk jaringan kantor/rumah yang kecil namun terasa mubazir kerena koneksi yang sifatnya point to point lebih effisien dibanding dengan model terpusat, dengan catatan hanya pada jaringan yang kecil. Pada jaringan yang pada dengan lalu lintas data yang super padat koneksi yang sifatnya point to point justru akan menyebabkan kekacauan.

Sekian dari saya, Peace~

Read More
Pengertian dan Fungsi DNS Server

Pengertian dan Fungsi DNS Server

Pengertian DNS

(idwebhost.com)

  DNS (Domain Name System) server adalah server yang dapat melayani permintaan dari client untuk mengetahui alamat yang digunakan oleh sebuah domain. Jadi, misalnya Anda ingin mengakses twitter.com, maka server DNS akan mencari alamat dari twitter agar komputer dapat terhubung dengan twitter. 

  Biasanya untuk menggunakan Server DNS, Anda harus memasukkan alamatnya dari server tersebut dalam pengaturan IP address di komputer. Biasanya privider-provider penyedia jasa internet sudah menyediakan alamat dari DNS server yang bisa Anda gunakan. Jika Anda menggunakan router, Anda bisa membuat DNS server sendiri.

  Selanjutnya alamat dari router tersebut bisa Anda gunakan sebagai DNS di komputer. Namun, yang tetap berperan dalam pencarian alamat IP tetaplah DNS server yang dimiliki oleh provider. Ketika alamat IP dari sebuah website sudah bisa diketahui, komputer akan melakukan cache DNS. Ketika komputer Anda sudah mengetahui alamat dari sebuah website, komputer Anda akan mengingatnya.
Sehingga, jika ingin mengaksesnya kembali tidak perlu lagi melakukan pencarian alamat IP website tersebut.

Fungsi DNS Server

DNS Server berfungsi sebagai sebuah database server yang menyimpan alamat IP yang digunakan untuk penamaan sebuah hostname. Jadi, ketika Anda mengetik google.com maka DNS server akan menerjemahkan ke alamat IP dan menghubungkan ke google.com akhirnya tampil google.com pada layar pencarian.

(idwebhost.com)

Cara Kerja DNS Server

Sebelum mengetahui cara kerja DNS server, perlu diketahui bahwa pengelola DNS terdiri dari 3 komponen, yaitu :

1. DNS resolver : adalah client yang merupakan komputer pengguna, pihak yang membuat permintaan DNS dari suatu program aplikasi.

2. Recursive DNS server : adalah pihak yang melakukan pencarian melalui DNS berdasarkan permintaan resolver, kemudian memberikan jawaban pada resolver tersebut.

3. Authoritative DNS server : pihak yang memberikan respon setelah recursive melakukan pencarian. Respon dapat berupa sebuah jawaban maupun delegasi ke DNS server lainnya.

  Dalam menjalankan tugasnya, DNS server memerlukan program client yang bernama resolver untuk menghubungkan setiap komputer user dengan server DNS. Program resolver yang dimaksud adalah web browser dan mail client. Jadi untuk terhubung ke server DNS, Anda perlu menginstall web browser atau mail client pada komputer. Secara garis besar, berikut adalah cara kerja DNS server:

1. DNS resolver melakukan pencarian alamat host pada file HOSTS. Jika alamat host yang dicari sudah ditemukan dan diberikan, maka proses selesai.

2. DNS resolver melakukan pencarian pada data cache yang sudah dibuat oleh resolver untuk menyimpan hasil permintaan sebelumnya. Bila ada, kemudian disimpan dalam data cache lalu hasilnya diberikan dan selesai.

3. DNS resolver melakukan pencarian pada alamat server DNS pertama yang telah ditentukan oleh pengguna.

4. Server DNS ditugaskan untuk mencari nama domain pada cache-nya.

5. Apabila nama domain yang dicari oleh server DNS tidak ditemukan, maka pencarian dilakukan dengan melihat file database (zones) yang dimiliki oleh server.

6. Apabila masih tidak ditemukan, pencarian dilakukan dengan menghubungi server DNS lain yang masih terkait dengan server yang dimaksud. Jika sudah ditemukan kemudian disimpan dalam cache lalu hasilnya diberikan ke client (melalui web browser)

Jadi, jika apa yang dicari di server DNS pertama tidak ditemukan. Pencarian dilanjutkan pada server DNS kedua dan seterusnya dengan 6 proses yang sama seperti di atas. Perlu dicatat, pencarian dari client ke sejumlah server DNS dikenal dengan istilah proses pencarian iteratif sedangkan proses pencarian domain antar server DNS dikenal dengan istilah pencarian rekursif.

Demikianlah beberapa hal yang perlu Anda ketahui mengenai DNS server. Peace~
Read More
Mapping Drive

Mapping Drive

  Mapping Drive adalah suatu cara yang mempermudah user mengakses share folder yang telah dishare di komputer lain dalam jaringan sehingga folder tersebut menjadi network drive di komputer si user.
langkah-langkahnya sebagai berikut:

Pertama buka explorer anda contohnya seperti tampilan dibawah ini,pada lingkaran no 1 ,lalu pilih map network drive pada menubar seperti tampilan yang saya lingkari  dibawah ini


kemudian akan muncul tampilan seperti pada gambar dibawah ini, cari folder yang akan di jadikan mapping drive langkahnya seperti pada tampilan dibawah ini, lalu pilih finish


jika sudah selesai akan muncul drivenya seperti pada tampilan dibawah ini.
Selamat mencoba dude :)

Sumber : lelihlutfiah.wordpress.com

Read More
Jenis-Jenis Server Yang Berbasis Windows

Jenis-Jenis Server Yang Berbasis Windows

Server berbasis Windows

1. Windows 2000 Server
  Microsoft merilis windows 2000 pada 17 Febuari 2000 sebuah versi yang sebelumnya dikenal dengan sebutan NT 5,0 atau “NT.5,0” versi 2000 ditujukan untuk dua pangsa pasaar yakni pangsa pasar workstation dan juga pangsa pasar server.

Kelebihan
1.  Kecepatan akses lebih tinggi karena menyediakan fasilitas jaringan dan pengelolaanya dilakukan secara khusus oleh satu komputer (sever) yang tidak dibebani dengan tugas lain seperti Workstation.
2. Keamanan dan Administrasi jaringan lebih baik.
3. Server memiliki kemampuan khusus untuk mengorganisasikan dan menyadiakan fasilitas jaringan.
4. Mudah di install dan Dikonfigurasi.

5. Lebih secure dan stabil dibanding 98


Kelemahan
1. Biaya Operasi relatif mahal.
2. Bila server keseluruhan tidak akan berjalan dan megalami gangguan.
3. Jika tidak ada server Windows 2000 Server client tidak bisa mangoneksikan ke server begitupun        sebaliknya.
4. Mahal,tingkat security yang rendah.
5. Terlalu banyak service yang tidak berguna.
6. Sedikit sulit mengimplementasikan AD (Active Directory)

2. Windows Server 2003

Pada tanggal 24 April 2003 microsoft windows server 2003 sebuah pembaruan untuk sistem operasi windows 2000 server yang menawarkan bbanyak fitur-fitur keamanan yang baru, pemadu ”Manage your server Wizard” yang menyederhanakan peranan sebuah mesin yang menjalankannya dan juga peningkatkan kinerja, windows server 2003 mengunakan kernel windows NT versi 5.2. Di dalam windows server 2003, beberapa layanan yang tidak terlau dibutuhkan didalam lingkungan server dinonaktifkan secara default “Windows Audio” dan “Themes”

Pada bulan Desember 2005, Microsoft merilis windows server 2003 R 2. yang merupakan windows server 2003 server pick 1 ditambahkan dengan beberapa paket tambahan diantara semua fitur-fitur barunya adalah fitur-fitur manajemen untuk kantor-kantor cabang dan integrasi identitas yang luas.

Windows 2003 tersedia dalam 5 edisi :

  1. Windows 2003 Web Edition
  2. Windows 2003 Standard Edition
  3. Windows 2003 Enterprise Edition
  4. Windows 2003 Datacenter Edition
  5. Windows 2003 Small Business Server

Kelebihan
1. Pengoperasiannya Mudah

Cara menginstall windows server 2003 tidaklah terlalu sulit ,bahkan mungkin dibandingkan dengan dengan windows NT yang sangat rumit.
2. Cantik Memukau
Hal yang pertama yang kita lihat pada OS Windows 2003 standard edition adalah tampilan server yang sangat indah dan mirip windows xp versi pro maupun home edition.
3. Fungsionalitas dan Skalabilitas
Ketakjuban yang kedua terjadi saat OS Windows 2003 ini di restart. Proses rebooting ini terjadi sangat cepat, seakan kita tidak sedang menggunakan OS dengan title server, seakan bekerja pada sebuah mesin desktop ringan, hardware pun terlihat tidak terbebani.
4. Sangat cocok untuk organisasi/perusahaan besar
5. Penggunaan DHCP memudahkan pengurusan sesuatu rangkaian komputer di dalam suatu organisasi yang besar. Konfigurasi DHCP Windows Server 2003 adalah mudah.

Kelemahan
1. Windows Server 2003, yang terasa tidak memadai di tengah kemajuan Web 2.0
2. Kadang jika kita tidak teliti dalam mengginstall,error selalu ditemui
3. Tidak semua Produk aplikasi ( bahkan buatan Microsoft sendiri ) bisa berjalan diatasnya
4. Persyaratan hadware yang sangat tinggi
5. Kemanan yang kurang tangguh
6. Makin banyak type file yang dibuka dengan berbagai macam aplikasi dan telah terinstall aplikasi        sesuai dengan kebutuhan sesuai



3. Windows Server 2008

   Windows server 2008 adalah sebuah versi baru windows server, yang jadwalkan untuk diliris pada tanggal 27 febuari 2008. Pada saat pengembangannya windows server memiliki nama kode “Windows Server Codenamed longhorn”. Windows Server 2008 dibangun diatas beberapa keunggulan teknologi dan keamanan yang pada awalnya diperkenalkan dengan windows visata dan ditujukan agar bisa lebih modular secara signifikan ketimbang pendahulunya windows server 2007.

Kelebihan
1. Windows Server 2008 dapat beroperasi tanpa tampilan grafis atau graphical user interface (GUI) dengan adanya teknologi powershell.
2. Pengguna dapat memilih fungsi-fungsi yang dibutuhkannya saja atau menambah fungsi lainnya jika membutuhkan sewaktu-waktu tanpa melakukan instalasi ulang.
3. Windows Server 2008 mampu mengatur besar bandwidth yang dapat dipakai setiap aplikasi maupun komputer yag terhubung ke jaringan.
4. Windows Server 2008 juga sanggup mengontrol keamanan jaringan dengan fitur Network Access Protection.
5. Melalui powershell, administrator tetap dapat memantau komputer di jaringan dari jarak jauh.

Kelemahan
1. Browser yang digunakan sebagai sistem dasar pada sistem perangkat bantu administrasi banyak menggunakan Javascript dan Active X, ternyata mengakibatkan proses sangat lambat. Hal yang sama dengan PC yang menggunakan processor 300 MHz AMD dan 128 MB SDRAM serta 100 MHz Bus tidak bisa diharapkan bekerja dengan lancar seperti yang diharapkan.

2. Pengubahan konfigurasi yang mendasar jarang dapat dilakukan dengan berhasil. Hal ini berlaku untuk nilai default, Format file Log yang bersifat propritary dan juga pilihan default-indeks, yang kesemuanya secara standar selalu harus disimpan pada drive C. Administrator dalam hal ini harus melakukan pekerjaan yang tak perlu, hingga sistem keseluruhan berjalan sebagaimana mestinya, sebelum dapat melakukan perubahan.

3. Dokumentasi online, yang praktis tidak diperlukan, ketika sistem keamanan tertinggi Active X telah dipilih menyebabkan strategi keamanan yang kurang baik pada IIS.


4. Windows Server 2012

 Windows Server 2012, sebelumnya berkode nama Windows Server 8, adalah versi terkini Windows Server. Windows Server 2012 merupakan versi server Windows 8 sekaligus pengganti Windows Server 2008 R2. Perangkat lunak ini tersedia untuk pengguna mulai 4 September 2012 dan seluruh dunia melalui berbagai saluran pada September 2012.


  Tidak seperti pendahulunya, Windows Server 2012 tidak mendukung komputer berbasis Itanium, dan memiliki empat edisi. Banyak fitur ditambahkan atau diperbarui dari Windows Server 2008 R2, seperti versi terbaru Hyper-V, peran manajemen alamat IP, versi baru Windows Task Manager, dan sistem berkas ReFS baru.

5. Windows Server 2016

Windows Server 2016(sebelumnya dirujuk sebagai Windows Server vNext) adalah sistem operasi server yang akan datang yang dikembangkan oleh Microsoft sebagai bagian dari keluarga sistem operasi Windows NT, dikembangkan bersamaan dengan Windows 10. Versi pratayang awal pertama (Pratayang Teknis) telah tersedia pada tanggal 1 Oktober 2014 bersama dengan pratayang teknis dari System Center,[2] dan saat ini berada dalam tahap pengujian beta publik. Tanggal rilis final untuk sistem operasi server ini diharapkan akan dirilis pada awal tahun 2016, yaitu, tidak dirilis bersamaan dengan sistem operasi klien Windows 10 seperti yang terjadi dengan tiga angka terakhir rilis sistem operasi

6. Windows Essential business server


Windows Server Essentials (sebelumnya Windows Small Business Server atau SBS) adalah paket server terintegrasi dari Microsoft yang dirancang untuk menjalankan infrastruktur jaringan (baik manajemen intranet dan akses Internet) bisnis kecil dan menengah yang tidak memiliki lebih dari 25 pengguna atau 50 perangkat. Teknologi server aplikasi terintegrasi erat untuk menyediakan dan menawarkan manfaat manajemen seperti pengaturan terintegrasi, pemantauan yang ditingkatkan, Remote Web Workplace, konsol manajemen terpadu, dan akses jarak jauh.


Sejak rilis SBS 2003, paket layanan yang sama dengan yang untuk Windows Server atau produk server lainnya dapat digunakan untuk memperbarui OS

7. Windows home server


  Windows Home Server, yang memiliki nama kode pengembangan "Quatro," adalah sebuah versi sistem operasi Microsoft Windows yang dikembangkan dari Windows Server 2003 Service Pack 2 yang ditujukan sebagai file server untuk rumahan. Sistem operasi ini diperkenalkan pada tanggal 7 Januari 2007 oleh Bill Gates pada saat konferensi Consumer Electronics Show. Windows Home Server ditujukan sebagai solusi untuk rumahan dengan banyak komputer PC yang terkoneksi untuk menawarkan fitur file sharing, backup otomatis, dan juga akses secara jarak jauh.


   Pada tanggal 16 Juli 2007, Windows Home Server akhirnya dirilis dalam versi Release to Manufacture (RTM), dan secara resmi dirilis pada tanggal 7 November 2007. Pada tanggal 20 Juli 2008, Microsoft menawarkan Power Pack 1 untuk Windows Home Server yang memperbaiki beberapa kekurangan Windows Home Server.

Windows Home Server menawarkan fitur-fitur sebagai berikut:

Backup secara terpusat: Mengizinkan proses backup hingga 10 komputer PC, dengan menggunakan teknologi Single Instance Store untuk menghindari banyak salinan dari berkas yang sama, bahkan jika berkas tersebut berada di dalam banyak komputer PC.

Pemantauan kesehatan komputer: Windows Home Server dapat memantau kesehatan semua komputer PC di dalam jaringan komputer, termasuk status dari anti virus dan juga firewall.

File sharing: Menawarkan file sharing untuk komputer-komputer agar dapat menyimpan berkas dari jarak jauh, sehingga bertindak sebagai perangkat Network Attached Storage. Beberapa kategori juga disediakan untuk menyediakan beberapa tipe berkas, seperti Duments, Music, Pictures, dan Videos. Untuk pencarian yang lebih cepat, maka berkas-berkas tersebut diindeks secara otomatis.

Printer sharing: Menawarkan fitur print server secara terpusat untuk menangani semua print jobs untuk semua pengguna.

Shadow Copy: Mengambil keuntungan yang ditawarkan oleh Microsoft Volume Shadow Copy Services untuk membuat snapshot, yang dapat mengizinkan versi-versi berkas yang lebih lama dapat dikembalikan.

Headless Operation: Windows Home Server tidak membutuhkan monitor atau keyboard untuk melakukan manajemen perangkat. Administrasi jarak jauh dilakukan dengan menggunakan aplkasi klien Windows Home Server Console yang disediakan dalam paket Windows Home Server. Fitur ini juga menawarkan koneksi Remote Desktop ke server saat dihubungkan ke LAN yang sama.

Remote Access Gateway: Mengizinkan akses secara jarak jauh terhadap semua komputer yang terkoneksi di dalam jaringan melalui Internet.

Media Streaming: Windows Home Server dapat melakukan streaming media ke sebuah perangkat Xbox 360 atau perangkat lainnya yang mendukung fitur Windows Media Connect.

Data redundancy: Windows Home Server dapat melindungi terhadap kegagalan sebuah drive tunggal dengan melakukan duplikasi data melalui beberapa drive.

Expandable Storage: Menyediakan sebuah ruangan penyimpanan tunggal yang bisa diperluas, sehingga kebutuhan untuk huruf drive menjadi tidak terlalu signifikan lagi.

Bisa diperluas dengan menggunakan Add-In: Windows Home Server bisa diperluas dengan menggunakan Add-In, yang bisa dibuat oleh para pengembang perangkat lunak pihak ketiga untuk memperluas fitur-fitur dan fungsionalitas dari server. Add-in dapat dikembangkan dengan menggunakan Windows Home Server SDK, untuk menyediakan layanan tambahan kepada komputer klien atau bekerja dengan data yang telah tersimpan di dalam server. Add-in juga dapat berupa apliaksi ASP.NET, yang di-hosting di atas Microsoft Internet Information Services (IIS) di atas Windows Home Server.

Server backup: Dapat melakukan backup terhadap berkas yang disimpan di dalam folder yang di-share di dalam server ke sebuah hard disk eksternal.

Sumber : http://ezakomin.blogspot.com
Read More