Semua Tentang Komputer, Bahasa Pemograman, Gaya Hidup, Trend Terbaru, Dan Game. LEST CHECK THIS OUT!!!

Showing posts with label Windows 2003. Show all posts
Showing posts with label Windows 2003. Show all posts
Datacenter Edition

Datacenter Edition

Datacenter Edition di Windows 2003


Windows Server 2003 Datacenter Edition adalah sebuah edisi dari Windows Server 2003 yang berbeda dari dua versi lainnya yang telah disebutkan. Edisi ini tidak dapat diperoleh secara ritel, dan harus didapatkan sebagai bagian dari kombinasi antara perangkat keras server dari sebuah vendor, semacam Hewlett-Packard atau Dell. Alasan mengapa hal ini diberlakukan adalah untuk menjaga agar sistem dapat berjalan dengan sempurna (dengan hardware yang telah ditentukan oleh manufaktur serta driver yang telah disertifikasi dapat menjadikan sistem jauh lebih stabil). Umumnya, sebelum dijual kepada konsumen, manufaktur akan melakukan pengujian terlebih dahulu terhadap server yang bersangkutan. Tujuannya agar uptime sistem yang bersangkutan bertahan 99,999%, sehingga dalam satu tahun hanya 9 jam saja mengalami downtime.

  Program-program yang disertakan dalam Windows Server 2003 Datacenter Edition berfokus pada keandalan sistem operasi. Microsoft membuat beberapa persyaratan bagi OEM yang hendak menggunakan edisi dari Windows Server 2003 ini, yakni sebagai berikut:


  Semua perangkat keras yang dimasukkan ke dalam server harus memenuhi standar Microsoft dan lolos dari beberapa kali pengujian kecocokan (kompatibilitas), keandalan (reliabilitas). Hal ini diberlakukan terhadap semua perangkat keras, mulai dari prosesor, kartu jaringan, hard disk drive, dan komponen vital lainnya.

  Semua driver perangkat keras harus disertifikasi oleh Microsoft. Tentu saja, driver-driver tersebut harus lolos pengujian, yang mungkin dapat menghabiskan waktu lebih dari satu bulan
Pengguna tidak dapat mengubah hardware server sesuka hatinya tanpa adanya pihak yang berwenang (customer support vendor server atau dari pihak Microsoft). Semua perubahan harus lolos pengujian yang disebutkan di atas.

  Edisi ini mendukung hingga 32 buah prosesor (32-way SMP) dan memori hingga 64 GB pada sistem x86 serta mendukung mesin yang dikonfigurasikan secara 128-way dengan partisi yang bersifat individual. Dalam sistem IA-64, edisi ini mendukung hingga 64 buah prosesor dan memori hingga 512 Gigabyte. Selain itu, edisi ini mendukung clustering hingga delapan buah node serta pembagian beban jaringan sebagai fitur standar, serta memiliki Windows System Resource Manager yang mampu melakukan konsolidasi dan manajemen sistem.
Read More
Remote Destop

Remote Destop

Remote Destop

Fitur Remot Desktop ini terutama dapat dinikmati pada komputer dengan sistem operasi windows XP. Selain WIndows XP, Sistem Operasi yang memiliki fitur ini adalah Windows 2003 Server, Windows Vista, dan Windows Server 2008. Dengan fitur ini, anda dapat mengakses data, menggunakan aplikasi, dan hal lainnya meskipun anda jauh dari komputer anda tapi anda seolah-olah sedah berada di depan komputer yang tengah anda akses secara remote tersebut. Selama koneksi internet anda cukup stabil, anda dapat mengakses bahkan memperbaiki komputer anda tanpa harus berada di depannya.

http://m-adi-kusumo.blogspot.com

Remote Desktop Ceonnection - Cara Kerja 

Remote  Desktop bekerja dengan menggunakan protokol RDP alias Remote Desktop Protocol. Secara default, Remote Desktop ini anda dapat menelisik langkah berikut.
  • Pastikan sistem operasi komputer anda dan komputer tujuan remote desktop adalah sistem operasi y7ang memiliki fitur Remote Desktop ini sebagaimana telah kami sebutkan di atas
  • Remote Desktop bekerja dengan menggunakan jaringan internet ataupun menggunakan jaringan WAN sehingga anda harus memastikan koneksi jaringan internet anda mendukung sehingga saat anda memanfaatkan fitur Remote Desktop ini lancar tanpa ada beban apapun. Koneksi yang lambat dan tidak mendukung malah akan menjadi beban dengan tidak merespon dengan baik aktifitas remote yang tengah anda lakukan. Anda dapat pula menggunakan koneksi dengan bandwidth rendah dan tetep memungkinkan anda untuk melakukan kontrol jauh
  • Akses Remote Desktop dengan mengklilk start menu, pilih All Program, pilih Accessories, pilih Comunnication lalu pilih Remote Desktop Connection. Jika anda sering menggunakan fitur ini, bisanya secara otomatis muncul di daftar menu pada start menu dan semakin memudahkan anda untuk mengaksesnya.     
Read More
Fungsi Active Directory pada Windows 2003 Server

Fungsi Active Directory pada Windows 2003 Server

Fungsi Active Directory pada Windows 2003 Server

 
http://www.about.muhammadibnu18.web.id

Active Directory (AD) adalah layanan direktori yang terdapat pada Windows Server. Fungsi layanan Active Directory adalah mengorganisir, menyimpan dan mengatur/manajemen data direktori. Struktur layanan Active Directory mengikuti format protokol ISO X.500, yaitu struktur hirarki yang bisa dilihat di gambar berikut ini :
Active Directory memiliki sebuah basis data untuk menyimpan segala hal yang berkaitan dengan jaringan komputernya, seperti komputer mana saja yang tergabung dengan domainnya, daftar akun pengguna serta group masing-masing, folder sharing dan lain sebagainya. Untuk manajemen data, layanan Active Directory mengimplementasikan Lightweight Directory Access Protocol (LDAP) yang merupakan penerus Directory Access Protocol (DAP) dari X.500. LDAP biasanya menggunakan port TCP 389 sebagai koneksi transportasi utamanya. Sebagai penunjuk lokasi layanan, Active Directory menggunakan Domain Name Service (DNS).

 Sebelum ada layanan Active Directory, Windows (pada waktu itu Windows NT 4.0) menggunakan NetBIOS (Network Basic Input-Output System) untuk merepresentasikan domain. Domain-domain yang menggunakan NetBIOS ini memiliki satu basis data pengatur user/group/policy yang disebut Security Accounts Manager (SAM). SAM terletak di dalam server utama yang disebut Primary Domain Controller (PDC). Nama dbatasi 15 karakter, sementara karakter ke-16 merupakan NetBIOS suffix yang berguna untuk mengidentifikasi layanan yang terinstalasi pada sistem tersebut.

 Untuk menambah reliabilitas, Microsoft menambahkan server “bantuan” ke dalam sistem NetBIOS, yang disebut Backup Domain Controller (BDC). BDC menyimpan versi read-only dari basis data SAM PDC. Pengguna mengakses BDC ketika log on ke suatu domain tapi perubahan basis data SAM hanya bisa dilakukan di PDC. Hubungan PDC-BDC adalah master-slave. Jika PDC mengalami kegagalan sistem, maka salah satu BDC bisa direkomendasikan menjadi PDC pengganti serta policy akan diubah menjadi write-enable.

 Sementara pada Active Directory, sistem PDC-BDC tidak lagi digunakan. Seluruh domain controller dianggap sama (walaupun terdapat beberapa sistem yang dianggap “sedikit lebih tinggi”). Sebuah prosedur yang disebut multi-master replication akan memastikan bahwa jika terjadi perubahan pada salah satu domain controller, perubahan tersebut akan direplikasi ke domain controller lainnya. Jadi hubungan master-slave digantikan oleh peer to peer antar domain controller.

 Bagaimana jika kita memiliki sebuah server Windows NT 4.0 dan ingin menghubungkannya ke dalam domain Windows Server 2003? Untunglah, Windows Server 2003 memperbolehkan domainnya bekerja dalam mixed-mode. Mode ini memperbolehkan BDC (bukan PDC!) Windows NT 4.0 untuk berpartisipasi dalam domain Windows Server 2003. Metodenya adalah, dengan meng-upgrade BDC tersebut ke Windows Server 2003. Sayangnya, proses ini bisa menghancurkan sistem yang sudah terinstalasi di BDC.
Read More
DHCP pada Windows 2003 Server

DHCP pada Windows 2003 Server

http://www.about.muhammadibnu18.web.id

Fungsi DCHP

  1. Mendistribusikan IP address secara otomatis kepada setiap client yang terhubung dengan jaringan komputer
  2. DHCP akan memberikan kemudahan bagi seorang network administrator dalam mengelola jaringan komputer, karena alokasi IP address dapat ditentukan secara otomatis dan dalam satu kali kerja
  3. DHCP server selain bisa memberikan IP address secara dinamik, juga bisa memberikan IP address secara statis kepada client yang terhubung ke jaringan komputer
  4. DHCP memberikan kemudahan dalam proses komunikasi data antar komputer
Read More
Fungsi DNS pada Windows 2003 Server

Fungsi DNS pada Windows 2003 Server

DNS DOMAIN NAME SYSTEM PADA WINDOWS SERVER 2003

  DNS (Domain Name System) merupakan layanan pada Windows Server 2003 yang berfungsi untuk memetakan (mapping) antara nama host (hostname) dan alamat IP (IP address). DNS dapat dianalogikan seperti buku telepon (phone book) pada suatu telepon selular (ponsel) yang menyimpan nama suatu nomor telepon dan nama pemilik nomor yang bersangkutan. Untuk menelepon, pengguna ponsel tidak perlu memencet nomor-nomor telepon yang dituju tapi cukup mencari atau mengetikkan nama pemilik nomor tersebut. Sebelum ditemukannya sistem DNS, untuk memetakan nama komputer dan alamat IP pada jaringan komputer digunakan file HOSTS.TXT yang berisi informasi nama komputer dan alamat IP serta pemetaannya dari seluruh mesin (komputer) yang terhubung dalam jaringan. Ketika ada komputer lain yang terhubung ke jaringan, maka masing-masing komputer dalam jaringan tersebut harus memperbaharui file HOSTS.TXT miliknya. Pada saat itu cara meng-update file HOSTS.TXT adalah menggunakan ftp setiap satu atau dua minggu sekali.

  Masalah muncul ketika jaringan komputer yang tadinya kecil tersebut kemudian menjadi Internet yang semakin hari semakin besar. Timbul kesulitan untuk meng-update isi file HOSTS.TXT karena jumlah nama mesin/komputer yang harus dituliskan ke file tersebut sudah terlalu besar dan tidak efisien. Dapat pula dibayangkan betapa repotnya jika terdapat penambahan satu komputer saja di jaringan, maka versi terbaru dari file HOSTS.TXT pun harus disalin ke setiap lokasi. 

rascalbrick.blogspot.com
  Dengan makin meluasnya penggunaan Internet, menjadi tidak mungkin untukmemutakhirkan data pada file HOSTS tersebut setiap saat. Lalu muncul ide untuk membuat sistem database terdistribusi yang mempunyai data mengenai pemetaan nama host ke alamat IP dan sebaliknya. Dengan adanya pendistribusian database nama host dan alamat IP, maka tiap organisasi yang memiliki jaringan di dalam domain tertentu hanya bertanggung jawab terhadap database informasi pemetaan nama host dan alamat IP pada jaringannya saja yang biasa disebut zone. Administrasi domain tersebut dilakukan secara lokal tetapi informasi itu dapat diakses oleh semua komputer di Internet.

  Karena sifat database yang terdistribusi ini, maka dibutuhkan suatu mekanisme pengaksesan informasi bagi host lain pada database yang terdistribusi untuk menemukan informasi host atau jaringan yang dipunyai oleh suatu organisasi. Dan pada tahun 1984, Paul Mockapetris mengusulkan sistem database terdistribusi ini dengan Domain Name System  (DNS) yang dideskripsikan dalam RFC 882 dan 883. Sistem ini digunakan sampai sekarang pada jaringan khususnya Internet.

  Dengan kelebihan unlimited database size dan performa yang lebih baik, DNS memiliki 
beberapa keunggulan di antaranya adalah sebagai berikut :

A. Mudah
Adanya DNS sangat memudahkan pengguna karena tidak lagi direpotkan untuk mengingat alamat IP suatu komputer, melainkan cukup mengetahui nama komputer (hostname) yang lebih mudah dihafal oleh manusia daripada alamat IP. Sebagai contoh,nama polines.ac.id lebih mudah dihafal daripada 202.159.26.24.  
  
B. Konsisten 
Meskipun alamat IP suatu komputer berubah, tetapi hostname tidak berubah. 

C. Sederhana
Pengguna cukup menggunakan satu nama domain untuk melakukan pencarian, baik di Internet maupun di jaringan Intranet.

rascalbrick.blogspot.com
 
 DNS biasanya digunakan pada aplikasi pada Internet seperti web server atau mail server, untuk membantu memetakan hostname suatu komputer ke alamat IP. Tetapi DNS bisa juga diimplementasikan dalam Intranet untuk mengetahui hostname dan alamat IP tertentu dalam jaringan private.

Struktur DNS

  Struktur database DNS dibuat dalam bentuk hirarki atau pohon yang disebut Domain Namespace, seperti ditunjukkan pada Gambar 3.3. Domain ditentukan berdasarkan tingkatan kemampuan yang ada di struktur hirarki yang disebut dengan level. Level teratas adalah root yang disimbolkan dengan titik/dot (.). Setiap titik cabang mempunyai label yang mengidentifikasikannya relatif terhadap root (.). Tiap titik cabang merupakan root bagi sub- tree/tingkat bawahnya. Tiap sub-tree merupakan domain dan di bawah domain terdapat sub-tree lagi bernama subdomain. Setiap domain mempunyai nama yang unik dan menunjukkan posisinya pada pohon DNS, pengurutan/penyebutan nama domain secara penuh dimulai dari domain paling bawah menuju ke root (.). Masing-masing nama yang membentuk suatu domain dipisahkan dengan titik/dot (.) dan diakhiri dengan titik yang merupakan nama absolut relatif terhadap root (.). Contoh: telkom.polines.ac.id. Sistem penulisan nama secara absolut dan lengkap ini disebut FQDN (Fully Qualified Domain Name).

rascalbrick.blogspot.com

Domain namespace merupakan sebuah hirarki pengelompokan domain berdasarkan nama, yang terbagi menjadi beberapa bagian di antaranya

A. Root-Level Domain
Level paling atas pada hirarki disebut dengan root domain. Root domain di ekspresikan berdasarkan periode. Lambang untuk root domain adalah (“.”).

B. Top-Level Domain
Top-level domain adalah domain pada level teratas di bawah root (.). Pada jaringan Internet,top-level domain umumnya menunjukkan sifat suatu organisasi atau badan yang memiliki domain tersebut.

Terdapat tiga pengelompokan top-level domain, yaitu
1) Domain Generik, terdiri atas 14 domain yaitu : 
    1. com : untuk organisasi komersial, contoh: microsoft.com. 
    2. net : untuk organisasi/perusahaan penyedia layanan jaringan/Internet, contoh:
        telkom.net. 
    3. gov : untuk lembaga/organisasi pemerintahan. contoh: whitehouse.gov. 
    4. mil : untuk badan/organisasi militer. contoh: army.mil.  
    5. org : untuk organisasi non-komersial. contoh: linux.org. 
    6. edu : untuk lembaga pendidikan. contoh: mit.edu, berkeley.edu.
    7. int : untuk organisasi Internasional. contoh: nato.int.
    8. aero : untuk industri atau perusahaan udara.
    9. biz : untuk perusahaan atau lembaga bisnis.
    10. coop : untuk perusahaan atau lembaga kooperatif 
    11. info : untuk penggunaan umum. 
    12. museum : untuk museum. 
    13. name : untuk registrasi bagi penggunaan individual/personal.
    14. pro : untuk para profesional seperti: akuntan, dan lain-lain.

2) Domain Negara 
Merupakan standar pembagian geografis berdasarkan kode negara, biasanya
menggunakan dua huruf. Contoh: id untuk Indonesia, au untuk Australia, uk untuk
Inggris, dan lain-lain. Domain negara ini dapat dan umumnya diturunkan lagi ke level-
level di bawahnya yang diatur oleh NIC dari masing-masing negara, untuk Indonesia yaitu
IDNIC. Contoh level bawah dari id yaitu net.id, co.id, web.id dan sebagainya.

3) Domain Arpa
Merupakan domain untuk jaringan ARPAnet. Tiap domain yang tergabung ke Internet
berhak memiliki name-space .in-addr.arpa sesuai dengan alamat IP-nya.

C. Second-Level Domain 
Second-level domain biasanya merupakan nama organisasi, perusahaan, maupun lembaga. Misalnya nama microsoft pada domain microsoft.com, nama polines pada domain polines.ac.id dan sebagainya.Pada Second-level domain dapat berisi host dan domain lain, yang disebut dengan subdomain. Sebagai contoh pada domain polines.ac.id. bisa terdapat komputer (host) seperti server1.polines.ac.id dan subdomain telkom.polines.ac.id.Domain name yang digunakan dengan host name akan menciptakan Fully Qualified Domain Name (FQDN) untuk setiap komputer. Sebagai contoh jika terdapat fileserver1.detik.com, maka fileserver1 adalah host name dan detik.com adalah domain name.

Cara Kerja DNS

Fungsi dari DNS adalah menerjemahkan (memetakan) nama komputer ke alamat IP dan sebaliknya. Klien DNS disebut dengan resolvers dan server DNS disebut dengan name servers. Resolvers atau client mengirimkan permintaan ke name server berupa queries. Lalu name server akan memproses dengan cara mengecek ke local database DNS, menghubungi name server lainnya, atau akan mengirimkan message failure jika ternyata permintaan dari client tersebut tidak ditemukan. Proses tersebut disebut dengan Forward Lookup Query, yaitu permintaan dari client dengan cara memetakan nama komputer (host) ke alamat IP.

rascalbrick.blogspot.com

Berdasar Gambar 6.4 di atas, cara kerja DNS dapat disebutkan sebagai berikut: 
1. Resolver mengirimkan queries ke name server
2. Name server mengecek local database, atau menghubungi name server lainnya. Jika ditemukan akan diberitahukan ke resolver, jika tidak name server akan mengirimkan failure message 
3. Resolver menghubungi host yang dituju dengan menggunakan alamat IP yang diberikan
name server
Read More
Fungsi IIS di Windows 2003

Fungsi IIS di Windows 2003

Fungsi IIS


  IIS atau Internet Information Services atau Internet Information Server adalah sebuah HTTP web server yang digunakan dalam sistem operasi server Windows, mulai dari Windows NT 4.0 Server, Windows 2000 Server atau Windows Server 2003. Layanan ini merupakan layanan terintegrasi dalam Windows 2000 Server, Windows Server 2003 atau sebagai add-on dalam Windows NT 4.0. Layanan ini berfungsi sebagai pendukung protokol TCP/IP yang berjalan dalam lapisan aplikasi (application layer). IIS juga menjadi fondasi dari platform Internet dan Intranet Microsoft, yang mencakup Microsoft Site Server, Microsoft Commercial Internet System dan produk-produk Microsoft BackOffice lainnya.

  IIS telah berevolusi semenjak diperkenalkan pertama kali pada Windows NT 3.51 (meski kurang banyak digunakan) hingga IIS versi 6.0 yang terdapat dalam Windows Server 2003. Versi 5.0 diintegrasikan dalam Windows 2000, sedangkan Windows XP Professional memiliki IIS versi 5.1. Windows NT 4.0 memiliki versi 4.01 yang termasuk ke dalam add-on Windows NT Option Pack. Dalam Windows NT 4.0 Workstation atau Windows 95/98, IIS juga dapat diinstalasikan sebagai Microsoft Personal Web Server (PWS).
Read More